v Rumus
mencari predikat (verba/kata kerja) – sudah baku
Ø Mengapa
saya ?
(Saya makan)
Ø Bagaimana
kamu ?
Rumus : Mengapa/bagaimana + subjek
v
Rumus mencari predikat (nomina/kata
benda)
Ø
Apa saya ?
(Saya seorang guru)
Rumus : Apa + subjek
v Transitif
(memerlukan objek)
Ø Saya
memakan nasi.
(Nasi berperan sebagai objek karena bisa
dirubah ke intransitif)
Perincian : Saya :
Subjek
memakan :
Predikat
nasi : Objek
v Contoh
kalimat SPOK
Ø Saya
makan.
Perincian : Saya : Subjek
makan :
Predikat
Ø Saya
memakan nasi. (Transitif)
Perincian : Saya : Subjek
memakan :
Predikat
nasi :
Objek
Ø Saya
memasak nasi di dapur.
Perincian : Saya : Subjek
memasak :
Predikat
nasi :
Objek
di dapur :
Keterangan tempat
Jika nasi diubah ke kalimat pasif
bisa menjadi subjek berarti nasi itu benar kedudukannya sebagai objek.
(Bukan pelengkap)
Ø Negara
Indonesia berdasarkan Pancasila.
(Pancasila tidak bisa diubah menjadi
subjek dalam kalimat pasif)
Perincian : Negara Indonesia :
Subjek
berdasarkan :
Predikat
Pancasila :
Objek
v Jenis
kalimat
Ø Kalimat
tunggal/dasar
Kalimat tunggal/dasar yaitu kalimat yang
terdiri dari satu subjek dan satu predikat, kalau dalam kalimat majemuk bertingkat posisi seperti ini disebut induk
kalimat. Contoh : Saya duduk.
Ø Kalimat
majemuk
·
Kalimat majemuk setara
Kalimat majemuk setara yaitu kalimat
yang terdiri dari minimal dua subjek dan dua predikat.
Contoh : Haslah makan dan Rafi minum.
Mazidah duduk dan Rama berdiri.
·
Kalimat majemuk bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat yaitu kalimat
yang terdiri dari anak kalimat dan induk kalimat atau sebaliknya.
Contoh
: Jika hujan, saya tidak pergi.
Perincian :
Jika hujan, : Anak kalimat (tidak
memiliki subjek)
saya tidak pergi : Induk kalimat (memiliki objek)
·
Kalimat majemuk gabungan
Kalimat majemuk gabungan yaitu kalimat yang terdiri
dari anak kalimat + induk kalimat + induk kalimat.







0 komentar:
Posting Komentar